DIDI, APRIADIN (2026) EVALUASI PANJANG RUNWAY TERHADAP PESAWAT RENCANA BOEING 737-800 DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN BIMA. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan transportasi udara di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat ini, bandar udara tersebut hanya mampu melayani pesawat berkapasitas kecil seperti ATR 72-600 dan Boeing 737-500, sementara pesawat berbadan lebih besar seperti Boeing 737-800 belum dapat beroperasi karena terkendala panjang landasan pacu yang tersedia. Tingginya animo masyarakat terhadap transportasi udara, yang ditandai dengan tingkat keterisian penumpang yang konsisten di atas 50 penumpang per penerbangan, menunjukkan urgensi peningkatan kapasitas pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian panjang landasan pacu eksisting terhadap kebutuhan operasional pesawat rencana Boeing 737-800 serta memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan standar yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Data yang digunakan meliputi data sekunder yang diperoleh dari Unit Penyelenggara Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, BMKG, serta dokumen teknis Boeing dan ICAO. Analisis dilakukan menggunakan metode Aeroplane Reference Field Length (ARFL) dengan memperhitungan faktor koreksi elevasi, temperatur, dan kemiringan (slope) runway sesuai ketentuan International Civil Aviation Organization (ICAO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang runway eksisting bandar udara sultan muhammad salahuddin bima adalah sebesar 2.200 m, sedangkan hasil perhitungan kebutuhan panjang runway untuk pesawat Boeing 737-800 adalah 2.663 m. Dengan demikian terdapat kekurangan panjang runway sebesar 463 m, sehingga runway eksisting belum mampu memenuhi kebutuhan operasional pesawat rencana secara optimal. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebutuhan lebar runway adalah 45 m, luas apron untuk satu pesawat sebesar 1.964,285 m2, dan panjang taxiway sebesar 123 m. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan panjang runway diperlukan untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran, dan efisiensi operasional penerbangan sesuai dengan standar ICAO. Kata kunci: Runway, Boeing 737-800, Aeroplane Reference Field Length (ARFL), ICAO, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Runway, Boeing 737-800, Aeroplane Reference Field Length (ARFL), ICAO, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Perpustakaan dan Sains Informasi > Tugas Akhir | |||||||||
| Depositing User: | DIDI APRIADIN | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 09:26 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Aug 2026 09:26 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
