UJI EFEKTIVITAS SINERGIS PERASAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN BETADINE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

NESA, AULIA (2026) UJI EFEKTIVITAS SINERGIS PERASAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN BETADINE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Luka sayat merupakan salah satu bentuk gangguan integritas kulit yang berisiko mengalami infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka, sedangkan betadine merupakan antiseptik yang umum digunakan dalam perawatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sinergis kombinasi perasan daun bandotan dan betadine terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik murni secara in vivo dengan post test only control group design, menggunakan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (betadine), perasan daun bandotan 100% (P1), serta kombinasi bandotan dan betadine dengan proporsi 75%:25% (P2), 50%:50% (P3), dan 25%:75% (P4). Luka sayat dibuat pada punggung kelinci sepanjang 10 mm dan diamati selama 10 hari, kemudian data panjang luka dianalisis menggunakan nilai Area Under Curve (AUC) dan diuji secara statistik dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa perasan daun bandotan positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik pada nilai AUC antar kelompok perlakuan (H = 15,739; p = 0,008 < 0,05). Kelompok P1 (perasan bandotan 100%) menunjukkan efektivitas penyembuhan luka tercepat dengan nilai AUC terendah (56,83 ± 2,36 mm•hari), lebih baik dibandingkan kontrol positif betadine (66,83 ± 0,58 mm•hari) dan kontrol negatif (69,83 ± 0,58 mm•hari). Sebaliknya, kombinasi bandotan dengan betadine (P2, P3, P4) menunjukkan penurunan efektivitas penyembuhan luka seiring meningkatnya proporsi betadine, bahkan kelompok P3 dan P4 sembuh lebih lambat dibandingkan kontrol negatif. Dapat disimpulkan bahwa perasan daun bandotan tunggal lebih efektif dibandingkan kombinasinya dengan betadine, dan kombinasi keduanya cenderung bersifat antagonis terhadap proses penyembuhan luka sayat pada kelinci.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorTAUFAN, HARI SUGARAnidn0816118202
Thesis advisorSAFWAN, SAFWANnidn0825078802
Uncontrolled Keywords: daun bandotan, Ageratum conyzoides, betadine, penyembuhan luka, kelinci
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan
300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: NESA AULIA
Date Deposited: 26 Aug 2026 02:01
Last Modified: 26 Aug 2026 02:01
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15678

Actions (login required)

View Item View Item