VANI, APRILIA ULANDARI (2026) PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL EKSTRAK KACANG LEBUI (Cajanus cajan) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-Vis. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Kacang lebui (Cajanus cajan) merupakan tanaman lokal khas Lombok yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional serta berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena kandungan polifenolnya tinggi. Kandungan polifenol bersifat tidak stabil dan mudah terdegradasi selama proses pengolahan, terutama pada tahap pengeringan simplisia, sehingga diperlukan kajian mengenai suhu pengeringan yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kadar polifenol ekstrak kacang lebui dan menentukan suhu penghasil kadar polifenol tertinggi. Pada penelitian ini menggunakan empat suhu pengeringan, yaitu 40, 50, 60, dan 70°C. Simplisia hasil pengeringan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian kadar polifenol total ditetapkan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 765 nm. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata dan standar deviasi kadar polifenol pada masing-masing perlakuan suhu pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan kadar polifenol total berkisar antara 8,45 hingga 46,35 mg GAE/g ekstrak, dengan rata-rata sebesar 19,24 mg GAE/g ekstrak. Kadar polifenol tertinggi diperoleh pada suhu 40°C dengan rata-rata 43,60 mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar terendah diperoleh pada suhu 70°C dengan rata-rata 8,70 mg GAE/g ekstrak, sementara suhu 50°C dan 60°C menghasilkan kadar yang relatif berdekatan, yaitu masing-masing sebesar 12,26 mg GAE/g ekstrak dan 12,43 mg GAE/g ekstrak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah suhu pengeringan, semakin tinggi kadar polifenol yang dipertahankan, sedangkan peningkatan suhu pengeringan cenderung menurunkan kadar polifenol akibat kerusakan senyawa fenolik oleh panas. Dapat disimpulkan bahwa suhu pengeringan yang lebih rendah lebih efektif dalam mempertahankan kandungan polifenol ekstrak kacang lebui.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | kacang lebui, Cajanus cajan, suhu pengeringan, polifenol, spektrofotometer UV-Vis | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Vani Aprilia Ulandari | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:59 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:59 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
