PERAN KELOMPOK BANJAR DALAM PELESTARIAN TRADISI SOSIAL DAN BUDAYA SUKU SASAK DI KOTA TUA AMPENAN

HAERUL, ARIDIN (2026) PERAN KELOMPOK BANJAR DALAM PELESTARIAN TRADISI SOSIAL DAN BUDAYA SUKU SASAK DI KOTA TUA AMPENAN. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kelompok Banjar dalam pelestarian tradisi sosial dan budaya masyarakat Sasak di Kota Tua Ampenan. Latar belakang penelitian didasarkan pada kondisi masyarakat Ampenan sebagai wilayah perkotaan pesisir yang multikultural dan mengalami dinamika sosial akibat urbanisasi dan modernisasi, yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan lembaga adat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok Banjar di Kota Tua Ampenan masih menjalankan peran dalam pelestarian tradisi sosial dan budaya masyarakat Sasak, terutama melalui kegiatan gotong royong, musyawarah warga, pelaksanaan ritual adat dan keagamaan, serta praktik solidaritas sosial. Banjar berfungsi sebagai lembaga sosial-budaya yang memperkuat kohesi sosial dan menjaga identitas budaya masyarakat Sasak di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Namun demikian, peran Banjar tidak lagi bersifat menyeluruh seperti pada masyarakat pedesaan yang homogen. Berbagai tantangan seperti keterbatasan partisipasi generasi muda, perbedaan kemampuan ekonomi masyarakat, serta pengaruh modernisasi dan birokratisasi menunjukkan bahwa keberlanjutan Banjar masih menghadapi keterbatasan dan memerlukan penyesuaian berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan kelompok Banjar di Kota Tua Ampenan merupakan proses sosial yang dinamis. Banjar tetap relevan sebagai lembaga adat, tetapi perlu beradaptasi dengan perubahan sosial agar mampu mempertahankan perannya dalam pelestarian tradisi dan kehidupan sosial masyarakat. Temuan penelitian ini juga memiliki implikasi bagi Pendidikan Sejarah, khususnya dalam pemanfaatan Banjar sebagai sumber belajar sejarah lokal yang kontekstual untuk membantu peserta didik memahami dinamika sejarah sosial dan budaya masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorROSADA, ROSADAnidn0821028401
Thesis advisorDIAN, EKA MAYASARInidn0830098802
Uncontrolled Keywords: Banjar, pelestarian budaya, tradisi sosial, masyarakat Sasak, Kota Tua Ampenan, sejarah lokal.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan
300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Haerul Aridin
Date Deposited: 13 Feb 2026 01:32
Last Modified: 13 Feb 2026 01:32
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14350

Actions (login required)

View Item View Item