AINI, SARIF (2026) DIGLOSIA MASYARAKAT TUTUR PADA PENGGUNAAN BAHASA ALOR DI DESA DULOLONG KABUPATEN ALOR NTT. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Diglosia merupakan suatu keadaan kebahasaan yang di dalamnya terdapat pemisahan fungsional varian bahasa pada masyarakat. Diglosia juga bisa terjadi dalam konteks komunikasi orang-orang di negara dengan bahasa berbeda. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk, faktor yang mempengaruhi terjadinya diglosia pada masyarakat tutur berdasarkan penggunan bahasa alor di desa Dulolong.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan perekaman. Data penelitian ini berupa 8 rekaman percakapan yang melibatkan 38 penutur bahasa alor sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Dulolong mengalami diglosia yang stabil, di mana bahasa alor digunakan sebagai varietas rendah (L) dan bahasa indonesia sebagai varietas tinggi (H). Bahasa alor digunakan dalam, keluarga, pergaulan, dan kegiatan adat, sedangkan bahasa indonesia lebih dominan pada pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan keagamaan. Faktor yang memengaruhi penggunan bahasa mencakup usia, pendidikan, situasi komunikasi, dan lawan bicara. Berdasarkan hasil penelitian tentang diglosia masyarakat tutur pada penggunan Bahasa Alor di Desa Dulolong kabupaten Alor NTT, Dapat disimpulkan bahwa: 1) Bentuk Diglosia: Diglosa pada masyarakat Desa Dulolong terlihat dari adanya pembagian fungsi bahasa antar Bahasa Alor dan Bahasa Indonesia, Bahasa Alor digunakan pada ranah informal dan kegiatan adat sebagai bahasa lokal yang mencerminkan identitas budaya masyarakat, Bahasa Indonesia digunakan pada formal seperti pendidikan, urusan resmi, dan komunikasi antaretnis. 2) Faktor Penyebab Diglosia: Faktor sosial-budaya mendorong masyarakat untuk mempertahankan Bahasa Alor sebagai warisan dan identitas lokal, Faktor pendidikan dan modernisasi menyebabkan Bahasa Indonesia lebih sering digunakan dalam situasi formal, Faktor situasional mempengaruhi pemilihan bahasa sesuai dengan konteks, lawan tutur, dan tujuan komunikasi.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | diglosia, Bahasa Alor, masyarakat tutur. | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia > Laporan Tugas Akhir | |||||||||
| Depositing User: | Aini Sarif | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 06:34 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Feb 2026 06:34 | |||||||||
| URI: | http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14284 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
