ANALISIS KUALITAS BATUBARA DENGAN METODE PROKSIMAT PADA AREA PENAMBANGAN (PIT), ROM, DAN STOCKPILE SESUAI STANDAR PERUSAHAAN PT. LAMINDO INTER MULTIKON

MUHAMMAD, RIZQY AL FAJAR (2026) ANALISIS KUALITAS BATUBARA DENGAN METODE PROKSIMAT PADA AREA PENAMBANGAN (PIT), ROM, DAN STOCKPILE SESUAI STANDAR PERUSAHAAN PT. LAMINDO INTER MULTIKON. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHEK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB) | Request a copy

Abstract

Kualitas batubara menjadi faktor penting yang memengaruhi harga jual dan cara penggunaannya sebagai bahan bakar energi. Selama proses penggalian hingga penimbunan, kualitas batubara bisa berubah karena pengaruh cuaca, kelembapan, adanya bahan pengotor, serta cara pengoperasian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan perubahan kualitas batubara mulai dari area penambangan, yaitu PIT, kemudian melalui tahap Run of Mine (ROM), hingga akhirnya sampai ke stockpile. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi apakah kualitas batubara yang ada sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Selanjutnya, penelitian ini akan memberikan saran-saran untuk mengurangi penurunan kualitas batubara di PT. Lamindo Inter Multikon, Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi di lapangan.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode channel sampling di area PIT dan metode random sampling di area ROM serta stockpile.Setelah itu, sampel tersebut diuji di laboratorium menggunakan analisis proksimat. Parameter yang dianalisis mencakup Total Moisture (TM), Ash Content (Ash), Volatile Matter (VM), dan Fixed Carbon (FC). Penelitian menunjukkan bahwa kadar air total meningkat dari 51,88% di area PIT menjadi 52,62% di area stockpile, sehingga melebihi batas standar perusahaan yang sebesar 50%. Nilai Ash Content naik dari 3,13% menjadi 3,74%, sedangkan Volatile Matter meningkat di area ROM sebesar 43,39%, lalu sedikit turun menjadi 43,03% di Stockpile. Nilai Fixed Carbon menunjukkan penurunan dari 48,46% menjadi 46,43%. Peningkatan kadar air terjadi karena hujan, kelembapan, dan durasi penyimpanan, sedangkan peningkatan kadar abu disebabkan oleh adanya bahan pengotor yang terkontaminasi selama proses penggalian dan pengangkutan. Meskipun kandungan air total melebihi batas yang ditetapkan perusahaan, parameter kualitas lainnya masih sesuai dengan standar yang ditentukan, sehingga batubara tersebut masih bisa dijual sebagai bahan pencampur (blending). Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pengendalian kualitas dengan mengelola drainase, mengurangi kontaminasi, serta menerapkan sistem penanganan dan penyimpanan batubara yang lebih baik

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorARIYANTO, ARIYANTOnuptk68397 68669 130352
Thesis advisorBEDY, FARA AGA MATRANInuptk67427 67668 130372
Uncontrolled Keywords: Pengendalian mutu, kadar air, kadar abu, penyimpanan batubara
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 622 Teknik Tambang dan Teknik Pertambangan
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Pertambangan > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Muhamad Rizqi AlFajar
Date Deposited: 27 Aug 2026 02:31
Last Modified: 27 Aug 2026 02:31
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15890

Actions (login required)

View Item View Item