YOFA, PUTRI (2026) FORMULASI EVALUASI SEDIAAN HYDROGEL DARI EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHEK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kulit pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif alami karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, saponin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik mutu sediaan hydrogel dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit pisang Ambon serta mengetahui aktivitas antioksidannya berdasarkan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan True Experimental Design. Ekstrak kulit pisang Ambon diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam sediaan hydrogel dengan variasi konsentrasi ekstrak 15% (F1), 20% (F2), dan 25% (F3). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang Ambon positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenolik, saponin, dan terpenoid. Hasil evaluasi karakteristik fisik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik sediaan, terutama warna, viskositas, dan daya sebar. Nilai daya sebar F1, F2, dan F3 masih berada dalam rentang 5–7 cm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ F1 sebesar 3.321,65 ppm, F2 sebesar 1.739,42 ppm, dan F3 sebesar 1.490,69 ppm. Ketiga formula termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah. Meskipun demikian, peningkatan konsentrasi ekstrak dari 15% hingga 25% menunjukkan kecenderungan meningkatkan aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan oleh penurunan nilai IC₅₀. Formula F3 memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan F1 dan F2 berdasarkan nilai IC₅₀ terendah, meskipun masih berada dalam kategori sangat lemah
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kulit Pisang Ambon, Hydrogel, Antioksidan, DPPH, IC₅₀. | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 615 Farmakologi dan Terapi Farmakologi > 615.4 Farmasi Praktis | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Yofa Putri | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:08 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:08 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
