WINDA, INDRIYANI (2026) IDENTIFIKASI Drug Related Problems (DRPs) PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROVINSI NTB. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit kardiovaskular dengan angka kejadian tinggi yang penatalaksanaannya melibatkan terapi obat kombinasi jangka panjang, sehingga berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran identifikasi DRPs pada pasien PJK rawat inap di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data retrospektif melalui rekam medis pasien periode Januari 2024–Desember 2025. Sampel diperoleh secara total sampling dari 16 pasien PJK rawat inap pada periode tersebut (9 pasien tahun 2024 dan 7 pasien tahun 2025) yang seluruhnya memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi DRPs dilakukan menggunakan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.1 tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien (16 pasien, 100,0%) mengalami minimal satu DRP. Kategori DRPs terbanyak adalah kejadian obat yang merugikan (P2.1) dan duplikasi terapi/bahan aktif (C1.4), masing-masing 8 pasien (50,0%); obat/sediaan tidak sesuai pedoman akibat kesalahan rute pemberian (C1.1) 7 pasien (43,8%); gejala/indikasi tidak diobati (P1.3) dan kombinasi obat tidak tepat berupa dual RAAS blockade (C1.3) masing-masing 5 pasien (31,3%); tidak ada terapi meski indikasi jelas (C1.5) dan dosis terlalu rendah (C3.1) masing-masing 3 pasien (18,8%); dosis terlalu tinggi (C3.2) 2 pasien (12,5%); serta regimen dosis terlalu sering (C3.4) 1 pasien (6,3%). Seluruh potensi interaksi obat kategori C1.3 (5 kasus) berupa kombinasi ACE inhibitor dengan ARB (ramipril/captopril dengan valsartan) dan berada pada signifikansi klinis moderat. Kesimpulannya, kejadian DRPs pada pasien PJK rawat inap di RSUD Provinsi NTB tergolong sangat tinggi, sehingga diperlukan pemantauan terapi lebih ketat guna meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan pasien.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Drug Related Problems, penyakit jantung koroner, PCNE, rawat inap | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 613 Ilmu Kesehatan Umum, Kesehatan Individu, Promosi Kesehatan, Higienis Umum > 613.6 Topik-topik Khusus tentang Kesehatan dan Keselamatan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Winda Indriyani | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:56 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:56 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
