UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI

RAHETI, OKTAVIANI (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Resistensi antibiotik yang semakin meningkat mendorong pengembangan antibakteri dari bahan alam. Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder melalui skrining fitokimia serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah rambutan terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA) dengan konsentrasi ekstrak 60%, 80%, dan 100%. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan triterpenoid. Rata-rata diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 60%, 80%, dan 100% berturut-turut sebesar 11,48 mm ± 0,02, 13,80 mm ± 0,03 , dan 14,81 mm ±0,02 sedangkan terhadap Escherichia coli sebesar 12,78 mm± 0,07 , 14,29 mm ± 0,08 , dan 15,04 mm± 0,50 . Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi perlakuan (p<0,05). Konsentrasi ekstrak 100% memberikan aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorYULI, FITRIANAnidn0822078202
Thesis advisorIRMATIKA, HENDRIYANInidn0805059202
Uncontrolled Keywords: aktivitas antibakteri; kulit buah rambutan; skrining fitokimia; Staphylococcus aureus; Escherichia coli.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 615 Farmakologi dan Terapi Farmakologi > 615.3 Obat-obatan Organik
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Rahei Oktaviani
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:40
Last Modified: 24 Aug 2026 01:40
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15456

Actions (login required)

View Item View Item