PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PELAJAR DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE (STUDI KASUS POLRES DOMPU)

MUCHLIS, AGILTARI (2026) PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PELAJAR DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE (STUDI KASUS POLRES DOMPU). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
simialrity check MUCHLIS AGILTARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
cover-dapus MUCHLIS AGILTARI UPLOAD.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Konflik antar pelajar merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang berpotensi berkembang menjadi tindak pidana serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Penyelesaian konflik melalui mekanisme peradilan pidana konvensional sering kali belum mampu memberikan pemulihan yang menyeluruh bagi korban, pelaku, maupun masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan restorative justice menjadi alternatif penyelesaian yang mengedepankan dialog, pemulihan hubungan sosial, dan penyelesaian yang berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penyelesaian konflik antar pelajar melalui pendekatan restorative justice di Polres Dompu, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapannya, serta merumuskan upaya optimalisasi penerapan restorative justice dalam penyelesaian konflik antar pelajar.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan penyidik Polres Dompu, pihak sekolah, pelajar, orang tua, dan tokoh masyarakat, serta didukung oleh studi dokumentasi dan kepustakaan. Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice di Polres Dompu dilakukan melalui proses mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga, pihak sekolah, dan aparat kepolisian guna mencapai kesepakatan perdamaian yang berorientasi pada pemulihan hubungan sosial. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi potensi konflik lanjutan, menghindarkan pelajar dari dampak negatif proses peradilan pidana, serta meningkatkan kesadaran hukum para pihak. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya pemahaman masyarakat mengenai konsep restorative justice, belum optimalnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya penyidik, serta belum adanya mekanisme pengawasan pasca-perdamaian yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui kebijakan yang terintegrasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta pengembangan program pencegahan konflik di lingkungan pendidikan agar penerapan restorative justice dapat berlangsung secara efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian mengenai penerapan restorative justice pada perkara anak dan konflik pelajar di Indonesia.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRina, Rohayunidn0830118204
Thesis advisorUfran, Ufrannip198205202008011011
Uncontrolled Keywords: Konflik Antar Pelajar, Restorative Justice, Kepolisian, Penyelesaian Sengketa, Polres Dompu
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Hukum
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum > Tesis
Depositing User: Muchlis Agiltari
Date Deposited: 22 Aug 2026 04:53
Last Modified: 22 Aug 2026 04:53
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15436

Actions (login required)

View Item View Item