NORA, INNA UMBU WARATA (2026) STUDI LITERATUR: PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN KEMAUAN APOTEKER MENERAPKAN PELAYANAN TELEFARMASI. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong penerapan telefarmasi sebagai bentuk pelayanan kefarmasian jarak jauh yang memungkinkan apoteker memberikan konsultasi, informasi obat, dan pemantauan terapi kepada pasien. Keberhasilan implementasi telefarmasi dipengaruhi oleh pengetahuan, persepsi, dan kemauan/kesiapan apoteker dalam menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan, persepsi, dan kemauan/kesiapan apoteker dalam menggunakan pelayanan telefarmasi berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci (“Pengetahuan”) AND (“Persepsi”) AND (“Kemauan” OR “Kesediaan”) AND (“Telefarmasi”) serta (“Knowledge”) AND (“Perception”) AND (“Willingness” OR “Readiness”) AND (“Telepharmacy”). Artikel yang dianalisis merupakan artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun ( 2023-2024), dengan kriteria inklusi berupa artikel yang membahas pengetahuan, persepsi, dan kemauan/kesiapan apoteker terhadap pelayanan telefarmasi, tersedia dalam bentuk artikel lengkap, serta menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian awal diperoleh sebanyak 82 artikel, kemudian dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi sehingga diperoleh 5 artikel dengan total 1.941 responden yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa apoteker secara umum memiliki pengetahuan yang baik, persepsi positif, dan kemauan/kesiapan yang cukup baik terhadap penggunaan pelayanan telefarmasi, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan pelatihan, teknologi, regulasi, dan keamanan data pasien. Kesimpulan studi literatur ini menunjukkan bahwa apoteker memiliki potensi dalam mendukung implementasi telefarmasi, namun diperlukan peningkatan kompetensi digital serta dukungan sistem pelayanan agas penerapan telefarmasi dapat berjalan secara optimal.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Telefarmasi, apoteker, pengetahuan, persepsi, kemauan | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 613 Ilmu Kesehatan Umum, Kesehatan Individu, Promosi Kesehatan, Higienis Umum > 613.7 Kesehatan dan Kesegaran Jasmani | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Nora Inna Umbu Warata | |||||||||
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 08:39 | |||||||||
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:39 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15366 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
