ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANGGA

AULLIA, MARGA RAHAYU (2026) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GANGGA. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
cover-daftar pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CEK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Menurut Global Anaemia Estimates 2025, sekitar 35,5% ibu hamil di dunia mengalami anemia pada tahun 2023. Di Indonesia, prevalensi anemia pada ibu hamil berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 mencapai 27,7%, sedangkan di Puskesmas Gangga Kabupaten Lombok Utara prevalensi anemia sebesar 21,09%. Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gangga Kabupaten Lombok Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 186 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR) dengan 95% Confidence Interval (95%CI) pada tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil: Sebanyak 37,6%. ibu hamil mengalami anemia. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001). Ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah memiliki risiko 3,47 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan ibu yang patuh (OR=3,47; 95%CI:1,67–7,23). Sebaliknya, usia ibu (p=0,320), paritas (p=0,380), status gizi (p=0,326), jarak kehamilan (p=0,843), dan status ekonomi (p=0,592) tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah merupakan faktor yang paling berperan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gangga. Saran: Tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi, konseling, dan pemantauan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada setiap kunjungan antenatal sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorINDRIYANI, MAKMUNnidn1104128801
Thesis advisorAULIA, AMINInidn0814068901
Uncontrolled Keywords: Anemia, Ibu Hamil, Faktor Risiko
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 618 Ginekologi dan Obstetri > 618.2 Obstetri, Ilmu Kandungan, Ilmu Kebidanan
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Kebidanan
Depositing User: Aulllia Marga Rahayu
Date Deposited: 12 Aug 2026 09:23
Last Modified: 12 Aug 2026 09:23
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14977

Actions (login required)

View Item View Item