ANALISIS PENERAPAN INQUIRY LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 2 LAPE

NURAIMATUL, AULIA (2026) ANALISIS PENERAPAN INQUIRY LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SMP NEGERI 2 LAPE. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA_NURAIMATUL AULIA_NIM 2022A1C017_PPKn.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan pelaksanaan model Inquiry Learning dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi bentuk partisipasi aktif siswa selama mengikuti pembelajaran dengan model tersebut, serta mengetahui berbagai hambatan yang dihadapi dalam penerapan Inquiry Learning di SMP Negeri 2 Lape. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini meliputi guru PPKn, siswa kelas VIII, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan proses analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Inquiry Learning memberikan kesempatan yang lebih besar kepada siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar PPKn. Dalam proses tersebut, guru berperan memberikan arahan, pertanyaan, dan motivasi, sedangkan siswa diarahkan untuk memahami permasalahan, mencari informasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, merumuskan kesimpulan, serta mempresentasikan hasil pembelajaran. Partisipasi aktif siswa dapat dilihat melalui kegiatan memperhatikan materi, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama, mencari informasi, memberikan tanggapan, membuat kesimpulan, dan mempresentasikan hasil kerja. Meskipun demikian, keterlibatan siswa belum sepenuhnya merata karena masih terdapat beberapa siswa yang kurang percaya diri, kurang aktif dalam diskusi, serta cenderung mengikuti pendapat teman yang lebih dominan. Hambatan dalam penerapan Inquiry Learning meliputi tingkat keaktifan siswa yang belum merata, rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa, perbedaan kemampuan dalam memahami permasalahan, keterbatasan waktu, jumlah siswa yang relatif banyak, pembagian tugas kelompok yang belum seimbang, keterbatasan sumber belajar, serta fasilitas pendukung yang belum sepenuhnya memadai. Berdasarkan temuan tersebut, Inquiry Learning dapat mendukung peningkatan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PPKn, tetapi pelaksanaannya masih membutuhkan bimbingan guru, kesiapan siswa, pengaturan waktu yang efektif, serta dukungan sumber belajar dan fasilitas yang memadai.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorHAFSAH, HAFSAHnip196906052007012037
Thesis advisorISNAINI, ISNAINInidn0803058401
Uncontrolled Keywords: Inquiry Learning, Partisipasi Aktif Siswa, Pembelajaran PPKn, SMP Negeri 2 Lape.
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 107 Pendidikan, Penelitian, & Topik yang Berkaitan
300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
800 Kesusastraan > 807 Pendidikan, penelitian
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Nuaimatul Aulia
Date Deposited: 02 Sep 2026 06:06
Last Modified: 02 Sep 2026 06:06
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/16119

Actions (login required)

View Item View Item