STUDI KASUS SKRINING RESEP ADMINISTRATIF DAN FARMASETIS TENTANG PENYAKIT PROSTAT DI RUMAH SAKIT ISLAM (RSI) SITI HAJAR KOTA MATARAM PADA BULAN FEBRUARI 2025

LENA, NUR AZLINDA (2025) STUDI KASUS SKRINING RESEP ADMINISTRATIF DAN FARMASETIS TENTANG PENYAKIT PROSTAT DI RUMAH SAKIT ISLAM (RSI) SITI HAJAR KOTA MATARAM PADA BULAN FEBRUARI 2025. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran prostat jinak yang sering terjadi pada laki-laki usia lanjut dan dapat menyebabkan gangguan saluran kemih. Dalam pelayanan kefarmasian, skrining resep merupakan tahap penting untuk menjamin kelengkapan administrasi dan kesesuaian farmasetis serta pencegahan terjadinya medication error. Penelitian ini tertuju untuk mengetahui hasil skrining resep yang meliputi aspek administratif dan farmasetis pada pasien BPH di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Kota Mataram pada bulan Februari 2025 Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional. Data diperoleh dari resep pasien poli urologi dengan diagnosis BPH di Instalasi Farmasi RSI Siti Hajar Kota Mataram. Sampel penelitian terdiri dari satu resep pasien BPH. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kesesuaian administratif dan farmasetis Hasil skrining administratif menunjukkan bahwa nama dokter, unit asal resep, tanggal penulisan resep, tanda R/, identitas pasien, serta nama, kekuatan, bentuk, dan jumlah obat telah tercantum. Namun, ditemukan ketidaklengkapan berupa tidak tercantumnya alamat fasilitas kesehatan, nomor SIP dokter, berat badan pasien, serta paraf atau tanda tangan dokter. Pada aspek farmasetis, resep terdiri atas pipemidat) 400 mg. Ditemukan potensi ketidaksesuaian frekuensi penggunaan etoricoxib dan Urinter sehingga memerlukan konfirmasi kepada dokter. Resep pasien BPH belum sepenuhnya memenuhi kelengkapan administratif dan terdapat potensi ketidaksesuaian farmasetis. Skrining resep secara menyeluruh diperlukan untuk mencegah medication error dan meningkatkan keselamatan pasien.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorCYNTIYA, RAHMAWATInidn0822128801
Thesis advisorBAIQ, NURBAETYnidn0829039001
Uncontrolled Keywords: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), skrining resep, administratif, farmasetis, tamsulosin, dutasterid
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan
300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Farmasi
Depositing User: LENA NUR AZLINDA
Date Deposited: 01 Sep 2026 04:02
Last Modified: 01 Sep 2026 04:02
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/16094

Actions (login required)

View Item View Item