MUHAMMAD, DIN SYAHPUTRA (2026) UJI PENGHAMBATAN DPPH DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN RENGGAK (Amomum dealbatum Roxb.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Daun renggak (Amomum dealbatum Roxb.) merupakan tanaman yang mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin/fenolik, alkaloid, saponin, dan steroid, yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun renggak (Amomum dealbatum Roxb.) menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), menentukan nilai IC₅₀ ekstrak metanol daun renggak, serta mengetahui potensi aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun renggak terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan adalah daun renggak (Amomum dealbatum Roxb.) segar berwarna hijau yang diperoleh dari Botanic Garden Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia terhadap kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, dan steroid/terpenoid. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun renggak (Amomum dealbatum Roxb.) mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 79,37 ppm yang termasuk kategori kuat. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun renggak mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan daya hambat tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 10,83 mm. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak metanol daun renggak berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan dan antibakteri alami.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Amomum dealbatum Roxb, antioksidan,antibakteri,DPPH. | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 602 Aneka Ragam tentang Teknologi dan Ilmu Terapan 300 Ilmu Sosial > 371 Institusi Pendidikan, Sekolah dan Aktifitasnya |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Muhamad Din Syahputra | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:27 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:27 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
