ANALISIS KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) KOTA BIMA MENGGUNAKAN DATA HUJAN TERUKUR DAN DATA HUJAN DARI SATELITE JAPAN AEROSPACE EXPLORATION AGENCY (JAXA)

Anugrah, Agung Ramadhan (2026) ANALISIS KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) KOTA BIMA MENGGUNAKAN DATA HUJAN TERUKUR DAN DATA HUJAN DARI SATELITE JAPAN AEROSPACE EXPLORATION AGENCY (JAXA). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - DAFTAR PUSTAKA (2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
Similarity Check (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Kota Bima merupakan wilayah dengan risiko banjir hidrometeorologis tinggi yang diperparah oleh topografi dataran rendah, alih fungsi lahan, dan intensitas hujan ekstrem. Sepanjang tahun 2024, banjir bandang berulang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur signifikan, namun upaya mitigasi terkendala oleh terbatasnya data curah hujan durasi pendek dari stasiun pengamatan manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kurva Intensitas Durasi Frekuensi (IDF) yang dihasilkan dari data curah hujan terukur dan data curah hujan satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMap) dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), serta mengevaluasi potensi data satelit sebagai alternatif pengganti data hujan terukur di Kota Bima. Metode yang digunakan adalah metode empiris Sherman dan Mononobe dalam pembentukan kurva IDF berdasarkan data curah hujan per jam. Selain itu, dilakukan pengujian parameter statistik untuk mengevaluasi hubungan dan tingkat akurasi antara data hujan terukur dan data hujan satelit pada beberapa periode ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, metode Sherman menghasilkan persamaan intensitas I = 52,20 t⁻¹·⁶⁶ untuk data hujan terukur dan I = 28,064 t⁻¹·³⁸ untuk data hujan satelit. Metode Mononobe menghasilkan persamaan I = 27,86 t⁻⁰·⁶⁷ untuk data hujan terukur dan I = 43,89 t⁻⁰·⁶⁷ untuk data hujan satelit. Evaluasi menggunakan metode Relative Error menunjukkan bahwa data hujan terukur cenderung underestimated dengan akurasi rata-rata −0,75% dan selisih rata-rata 9,19%, sedangkan data hujan satelit menunjukkan kecenderungan estimated dengan akurasi rata-rata 0,06% dan selisih rata-rata 3,88%. Hasil ini menunjukkan bahwa data hujan satelit GSMaP JAXA berpotensi digunakan sebagai alternatif pada wilayah dengan keterbatasan data hujan terukur. Kata kunci: IDF, Hujan Satelit, Hujan Terukur, JAXA

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorM. Khalis, Ilminidn9401083108
Thesis advisorSwahip, Swahipnidn0021046506
Uncontrolled Keywords: IDF, Hujan Satelit, Hujan Terukur, JAXA
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 624 Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Unnamed user with email anugrahramadhan1798@gmail.com
Date Deposited: 27 Feb 2026 08:07
Last Modified: 27 Feb 2026 08:07
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14575

Actions (login required)

View Item View Item