ANALISIS MESIN PENCETAK PELET DENGAN PERBANDINGAN PEREKAT BAHAN CAMPURAN

MUSTAFA, RIZAHAFNI (2026) ANALISIS MESIN PENCETAK PELET DENGAN PERBANDINGAN PEREKAT BAHAN CAMPURAN. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pakan ikan berbentuk pelet membutuhkan kualitas fisik yang baik agar efisien saat diberikan, terutama terkait kekuatan pelet dan ketahanannya di dalam udara. Pengelolaan pakan sebagai usaha untuk efesiensi ekonomi dan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan, efesiensi penggunaan nutrisi, dan mengurangi limbah organic di lingkungan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja mesin pencetak pelet berbasis bensin motor serta pengaruh variasi persentase perekat tepung tapioka terhadap rendemen dan karakteristik fisik pelet. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan persentase perekat, yaitu 25% (P1), 50% (P2), dan 75% (P3), masing-masing tiga ulangan, sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kapasitas kerja mesin, rendemen, dan stabilitas pelet di udara, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNJ pada taraf 25% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi perekat berpengaruh nyata terhadap kinerja mesin dan kualitas fisik pelet. Kapasitas kerja mesin tertinggi diperoleh pada P1 sebesar 10,44 kg/jam, diikuti P3 sebesar 8,74 kg/jam, dan terendah pada P2 sebesar 8,05 kg/jam. Rendemen tertinggi juga terjadi pada P1 (99%), kemudian P3 (95%), sedangkan P2 menghasilkan rendemen terendah (87%) dan berbeda nyata berdasarkan uji BNJ 5%. Stabilitas pelet dalam udara meningkat seiring kenaikan persentase perekat, dengan nilai tertinggi pada P3 (222 menit), sedangkan P1 menunjukkan stabilitas lebih rendah (81,33 menit). Secara keseluruhan, perekat 25% direkomendasikan untuk produksi yang tekanan efisiensi kinerja mesin dan rendemen, sementara perekat 75% lebih sesuai untuk kebutuhan pelet dengan ketahanan lebih lama di dalam udara.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorKARYANIK, KARYANIKnidn0731128602
Thesis advisorAMUDDIN, AMUDDINnidn0031126552
Uncontrolled Keywords: mesin pencetak pelet, perekat tapioka, kapasitas kerja, rendemen
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 630 Pertanian & Ilmu Berkaitan
Divisions: Fakultas Pertanian > Teknik Pertanian > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Mustafa Rizahafni
Date Deposited: 27 Feb 2026 02:30
Last Modified: 27 Feb 2026 02:30
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14539

Actions (login required)

View Item View Item