PENGARUH VARIASI SUHU PENCAMPURAN PADA CAMPURAN LAPIS AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL

DIMAS, ADITYANSYAH (2022) PENGARUH VARIASI SUHU PENCAMPURAN PADA CAMPURAN LAPIS AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - BAB 3.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5 - LAMPIRAN.pdf

Download (12MB)
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Jalan raya adalah jalur-jalur tanah di atas permukaan bumi yang sengaja dibuat oleh manusia dengan bentuk, ukuran-ukuran dan konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas orang, hewan dan kendaraan yang mengangkut barang-barang dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya dengan cepat dan mudah. Jalan raya terdiri dari 4 lapisan yang bersusun, yaitu Lapis Pondasi Bawah (Subbase Course), Lapis Pondasi Atas (Base Course), Lapis Antara (Binder Course), dan Lapis Aus (Wearing Course). Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) atau biasa dikenal Lapisan Aus merupakan jenis Lapisan Aspal Beton (LASTON) dan juga lapis paling atas yang ada pada perkerasan jalan raya. Lapisan ini berfungsi sebagai penahan beban roda kendaraan sehingga rentan terjadinya kerusakan yang dapat disebabkan oleh beban yang terlalu berlebih atau pada campurannya. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraan-kendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Oleh Karena itu, perlu dikaji tentang pengaruh suhu terhadap Nilai Karakteristik Marshall. Dari hasil percobaan yang dilakukan bahwa nilai kadar aspal optimum (KAO) yang digunakan adalah kadar aspal 6,1%. Variasi suhu yang digunakan pada penelitian ini adalah 140⁰C, 145⁰C, 150⁰C, 155⁰C, 160⁰C, 165⁰C, 170⁰C dan 175⁰C karena pada pekerjaan di lapangan variasi suhu tersebut sering ditemukan namun tetap digunakan walaupun sudah tidak sesuai dengan standar suhu pencampuran pada Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 yaitu pada suhu 155⁰C maupun pemadatan yaitu 125⁰C-145⁰C. Dari hasil pengujian didapatkan Nilai stabilitas optimum pada variasi suhu 155⁰C, Sedangkan nilai minimum terdapat pada variasi suhu 170⁰C, nilai flow menunjukkan seiring bertambahnya suhu semakin tinggi nilai flow, nilai marshall quotient optimum pada variasi suhu 155⁰C sebesar 494 Kg/mm, sedangkan nilai minimum terdapat pada variasi suhu 165⁰C sebesar 277 Kg/mm, nilai VMA optimum terdapat pada suhu 175 ⁰C sebesar 22,12 %, sedangkan nilai minimum terdapat pada suhu 145 ⁰C sebesar 11,81 %, nilai VIM tertinggi terdapat pada suhu 175 ⁰C sebesar 13,64 %, sedangkan nilai minimum terdapat pada suhu 145 ⁰C sebesar 2,22 %, dan nilai VFA tertinggi terdapat pada suhu 145⁰C sebesar 81,23 %, sedangkan nilai minimum terdapat pada suhu 175⁰C sebesar 38,32 %.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorTITIK, WAHYUNINGSIHnidn0819097401
Thesis advisorANWAR, EFENDYnidn0811079502
Uncontrolled Keywords: Jalan Raya, Variasi Suhu, AC-WC, Marshall
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 624 Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Dimas Adityansyah
Date Deposited: 21 Sep 2022 01:08
Last Modified: 21 Sep 2022 01:08
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/6041

Actions (login required)

View Item View Item