ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH ZONA LARANGAN PADA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 28/PRT/M/2007 DENGAN SPESIFIKASI UMUM 2025 NOMOR 07/SE/Db/2025 TERHADAP GRADASI LASTON AC

LALU, M FARID NABIH AKBAR (2026) ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH ZONA LARANGAN PADA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 28/PRT/M/2007 DENGAN SPESIFIKASI UMUM 2025 NOMOR 07/SE/Db/2025 TERHADAP GRADASI LASTON AC. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Zona larangan pada gradasi agregat campuran Laston Asphalt Concrete (AC) digunakan sebagai pedoman pengendalian distribusi ukuran agregat agar campuran memiliki karakteristik yang sesuai. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh ketentuan zona larangan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 28/PRT/M/2007 dan Spesifikasi Umum Bina Marga No. 07/SE/Db/2025 terhadap gradasi, karakteristik Marshall, serta kadar aspal optimum (KAO) campuran AC-WC dan AC-BC. Penelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Mataram menggunakan agregat dari PT Sinar Bali Binakarya dan aspal penetrasi 60/70. Variasi kadar aspal untuk AC-WC adalah 5–7% pada rancangan 2007 dan 4,5–6,5% pada rancangan 2025, sedangkan AC-BC menggunakan 4,5–6,5%. Setiap variasi dibuat tiga benda uji dan diuji dengan metode Marshall untuk memperoleh stabilitas, Flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil menunjukkan bahwa perubahan ketentuan zona larangan memberikan ruang gradasi yang lebih fleksibel pada Spesifikasi Umum 2025. Stabilitas berada pada rentang 1.635–2.194 kg untuk AC-WC dan 1.531–1.867 kg untuk AC-BC, sementara parameter Flow dan MQ pada variasi yang memenuhi kriteria berada dalam batas spesifikasi. KAO yang diperoleh adalah 6% untuk AC-WC 2007, 5,5% untuk AC-WC 2025, dan 5,5% untuk AC-BC pada kedua rancangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa campuran yang melewati zona larangan masih dapat memenuhi parameter Marshall, sehingga zona larangan lebih tepat dipandang sebagai pedoman desain gradasi daripada satu-satunya indikator kinerja campuran. Kata Kunci: Zona larangan, gradasi agregat, uji Marshall, kinerja campuran, Campuran Aspal AC WC dan AC BC.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorANWAR, EFENDYnidn0811079502
Thesis advisorAHMAD, ZARKASInidn0819068903
Uncontrolled Keywords: Zona larangan, gradasi agregat, uji Marshall, kinerja campuran, Campuran Aspal AC WC dan AC BC.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 624 Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: LALU M. FARID NUBIN AKBAR
Date Deposited: 31 Aug 2026 07:57
Last Modified: 31 Aug 2026 07:57
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/16084

Actions (login required)

View Item View Item