PROFIL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KAWISTA (Limonia acidissima L.) TERHADAP Streptococcus pyogenes

EKA, YUNIARTI (2026) PROFIL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KAWISTA (Limonia acidissima L.) TERHADAP Streptococcus pyogenes. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tonsilitis merupakan inflamasi pada tonsil yang dapat disebabkan oleh Streptococcus pyogenes. Buah kawista (Limonia acidissima L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil metabolit sekunder dan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daging buah kawista terhadap Streptococcus pyogenes. Penelitian eksperimental laboratorium secara in vitro terdiri dari pembuatan simplisia, maserasi dengan etanol 70%, skrining fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan uji antibakteri metode difusi cakram. Pada skrining fitokimia, pengujian alkaloid dilakukan menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, flavonoid menggunakan serbuk magnesium dan HCl pekat, saponin berdasarkan pembentukan busa stabil setelah penambahan HCl 2 M, serta tanin dan fenolik menggunakan FeCl₃ 1%. Pengujian steroid dan triterpenoid dilakukan dengan kloroform, asam asetat anhidrida, dan H₂SO₄ pekat. Secara pengamatan, pereaksi Dragendorff pada alkaloid memberikan respons positif berupa warna atau endapan jingga kemerahan, sedangkan pereaksi Mayer tidak membentuk endapan putih atau krem. Flavonoid ditandai perubahan warna jingga, saponin membentuk busa stabil, dan tanin menunjukkan perubahan warna gelap hingga kehitaman. Dokumentasi seluruh hasil pengamatan skrining fitokimia digunakan untuk mendukung identifikasi kualitatif metabolit sekunder pada ekstrak buah kawista tersebut. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik, sedangkan steroid dan triterpenoid tidak terdeteksi. KLT profil awal menghasilkan dua bercak dengan Rf 0,18 dan 0,76. Identifikasi menggunakan pembanding menunjukkan Rf kuersetin 0,72 dan ekstrak flavonoid 0,38, piperin 0,92 dan ekstrak alkaloid 0,26 serta asam galat 0,83 dan ekstrak tanin 0,28. Pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, ekstrak menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 7,77±1,97 mm (sedang), 9,23±0,68 mm (sedang), dan 11,10±0,85 mm (kuat).

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorTAUFA, HARI SUGARAnidn0816118202
Thesis advisorWIDAYATUL, KHAIRInuptk5434774675230213
Uncontrolled Keywords: kawista, metabolit sekunder, KLT, antibakteri, Streptococcus pyogenes.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 615 Farmakologi dan Terapi Farmakologi > 615.3 Obat-obatan Organik
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: EKA YUNIARTI
Date Deposited: 26 Aug 2026 08:24
Last Modified: 26 Aug 2026 08:24
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15775

Actions (login required)

View Item View Item