UJI EFEKTIVITAS PERASAN DAUN KOPASANDA (CHROMOLAENA ODORATA L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS)

NOVIA, ARDILA TSANI (2026) UJI EFEKTIVITAS PERASAN DAUN KOPASANDA (CHROMOLAENA ODORATA L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
Similarty test.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Luka sayat merupakan kondisi medis yang sering terjadi di masyarakat dan berisiko mengalami infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Povidone iodine sebagai antiseptik standar diketahui dapat bersifat sitotoksik terhadap fibroblas dan keratinosit sehingga berpotensi memperlambat penyembuhan luka. Daun kopasanda (Chromolaena odorata L) secara empiris telah digunakan masyarakat untuk mengobati luka, namun penggunaan dalam bentuk perasan segar tanpa pelarut masih minim dikaji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perasan daun kopasanda pada konsentrasi 10%, 20%, dan 40% terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) dibandingkan dengan kontrol positif (povidone iodine) dan kontrol negatif (aquadest). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan post test only control group design, menggunakan 5 ekor kelinci jantan yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan sayatan per kelinci. Efektivitas penyembuhan luka dinilai berdasarkan pengukuran panjang luka selama 10 hari, dihitung nilai Area Under Curve (AUC), kemudian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD. Hasil skrining fitokimia menunjukkan perasan daun kopasanda positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan persentase daya penyembuhan luka (%DPL) meningkat seiring peningkatan konsentrasi, yaitu 14,81% (P1), 29,38% (P2), dan 53,26% (P3), dengan konsentrasi 40% memberikan efektivitas tertinggi, bahkan melampaui kontrol positif povidone iodine (42,03%). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antar kelompok perlakuan (F = 43,394; p = 0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa perasan daun kopasanda efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada kelinci, dengan konsentrasi 40% sebagai konsentrasi paling efektif.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorTAUFAN, HARI SUGARAnidn0816118202
Thesis advisorWIDAYATUL, KHAIRInuptk5434774675230213
Uncontrolled Keywords: Chromolaena odorata, luka sayat, penyembuhan luka, kelinci
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 607 Pendidikan, Riset dan Topik Terkait di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
Local Content
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Novia Ardila Tsani
Date Deposited: 26 Aug 2026 07:07
Last Modified: 26 Aug 2026 07:07
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15725

Actions (login required)

View Item View Item