GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DI DESA KESIK KECAMATAN MASBAGIK

RIFQI, ANISSAUQI (2026) GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DI DESA KESIK KECAMATAN MASBAGIK. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri untuk mengatasi keluhan atau penyakit ringan tanpa resep dokter. Praktik ini bermanfaat karena mudah dan hemat biaya, tetapi dapat menimbulkan kesalahan penggunaan obat apabila dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Ruang lingkup penelitian meliputi karakteristik serta pengetahuan tentang cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat, aman, efektif, dan rasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan swamedikasi yang telah tervalidasi dan reliabel. Sampel terdiri atas 99 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia 26–45 tahun sebanyak 57 orang (58%), 46–65 tahun 18 orang (19%), lebih dari 65 tahun 14 orang (15%), dan 19–25 tahun 10 orang (11%). Responden perempuan berjumlah 90 orang (91%) dan laki-laki 9 orang (9%). Pekerjaan responden meliputi ibu rumah tangga 76 orang (77%), kategori lain-lain 13 orang (14%), petani 4 orang (4%), serta pelajar/mahasiswa dan wirausaha masing-masing 3 orang (3%). Pendidikan terakhir terdiri atas SMP 71 orang (72%), SMA 18 orang (18%), dan SD 10 orang (11%). Seluruh responden, 99 orang (100%), memiliki pengetahuan swamedikasi kategori kurang; tidak ada yang berkategori cukup atau baik. kesimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat rendah sehingga diperlukan edukasi dan konseling berkelanjutan, khususnya oleh apoteker. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi obat secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorBAIQ, LENYSIA PUSPITA ANJANInidn0826109402
Thesis advisorCYNTIYA, RAHMAWATInidn0822128801
Uncontrolled Keywords: swamedikasi, pengetahuan, masyarakat, obat
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 613 Ilmu Kesehatan Umum, Kesehatan Individu, Promosi Kesehatan, Higienis Umum > 613.4 Kebersihan Diri dan Individu
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Rifqi Anissauqi
Date Deposited: 26 Aug 2026 02:21
Last Modified: 26 Aug 2026 02:21
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15671

Actions (login required)

View Item View Item