KARAKTERISASI FISIKOKIMIA CABE JAWA ( piper retrofractum vahl) TERHADAP PERBEDAAN METODE PENGERINGAN

DINA, MARIANA (2026) KARAKTERISASI FISIKOKIMIA CABE JAWA ( piper retrofractum vahl) TERHADAP PERBEDAAN METODE PENGERINGAN. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHEK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional karena mengandung senyawa bioaktif, khususnya piperin. Kandungan air yang cukup tinggi pada buah cabe jawa segar menyebabkan bahan mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan. Oleh karena itu, proses pengeringan diperlukan untuk mengurangi kadar air, meningkatkan daya simpan, serta mempertahankan karakteristik fisikokimia dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa metode pengeringan terhadap karakteristik fisikokimia cabe jawa dan menentukan metode pengeringan yang menghasilkan kualitas terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu pengeringan menggunakan sinar matahari (P1), food dehydrator (P2), dan oven (P3). Setiap perlakuan dilakukan dalam tiga kali ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar piperin, kadar abu, nilai pH, serta karakteristik warna yang mencakup nilai L, a, b, dan Hue. Data kadar air, kadar piperin, kadar abu, dan pH dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Adapun data karakteristik warna dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata dan simpangan baku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan memengaruhi karakteristik fisikokimia cabe jawa. Pengaruh yang signifikan ditemukan pada parameter kadar air dan kadar piperin, sedangkan kadar abu dan nilai pH tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara perlakuan. Seluruh perlakuan menghasilkan warna dalam kategori Yellow Red, tetapi menunjukkan variasi pada nilai kecerahan (L), tingkat kemerahan (a), tingkat kekuningan (b), dan Hue. Pengeringan menggunakan food dehydrator (P2) menghasilkan karakteristik terbaik dengan kadar piperin tertinggi sebesar 17,86%, kadar air sebesar 17,79%, serta karakteristik warna yang lebih baik dibandingkan metode pengeringan lainnya. Berdasarkan Farmakope Herbal Indonesia (FHI) Edisi II Tahun 2017, kadar piperin yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu simplisia, sedangkan kadar air masih melebihi batas maksimum yang ditetapkan.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorEARLYNA, SINTHIA DEWInidn0823037701
Thesis advisorKARYANIK, KARYANIKnidn0731128602
Uncontrolled Keywords: cabe jawa, metode pengeringan, Food Dehydrator, piperin, karakteristik fisikokimia.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 630 Pertanian & Ilmu Berkaitan
Divisions: Fakultas Pertanian > Teknik Pertanian > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Dina Mariana
Date Deposited: 26 Aug 2026 01:20
Last Modified: 26 Aug 2026 01:20
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15641

Actions (login required)

View Item View Item