NUR, ANITA (2026) MAKNA FILOSOFIS RIMPU SEBAGAI WARISAN BUDAYA DALAM TRADISI BERPAKAIAN MASYARAKAT DESA TEKE KECEMATAN PALIBELO KABUPATEN BIMA. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA_NUR ANITA_NIM 2022A1E004_PENDIDIKAN SEJARAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang terkandung dalam Rimpu sebagai perannya sebagai simbol identitas budaya masyarakat Bima di Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, penenun, dan masyarakat yang memahami budaya Rimpu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Rimpu berkaitan erat dengan proses historis masyarakat Bima, khususnya pertemuan antara nilai budaya Mbojo dan ajaran Islam yang kemudian membentuk Rimpu sebagai tradisi berpakaian perempuan yang mengandung nilai religius dan sosial. Dalam perkembangannya, modernisasi, perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi informasi, dan pengaruh mode busana modern menyebabkan penggunaan Rimpu dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang dan bergeser ke kegiatan adat, festival budaya, pendidikan, dan kegiatan seremonial. Secara filosofis, masyarakat memaknai Rimpu sebagai simbol kesopanan, kehormatan diri, religiusitas, pengendalian diri, tanggung jawab moral, dan identitas budaya. Nilai-nilai tersebut berkaitan erat dengan falsafah maja labo dahu sebagai pedoman etika masyarakat Mbojo dalam menjaga kehormatan serta kepatuhan terhadap norma adat dan agama. Penelitian juga menemukan adanya perbedaan pemaknaan antargenerasi. Generasi tua cenderung memandang Rimpu sebagai bagian dari praktik moral dan norma sosial dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan generasi muda lebih banyak memaknainya sebagai simbol identitas budaya dan kebanggaan daerah. Dengan demikian, perubahan sosial tidak menghilangkan keberadaan Rimpu, tetapi mentransformasikan fungsinya dari praktik berpakaian sehari-hari menjadi representasi simbolik identitas budaya. Tantangan utama pelestarian Rimpu pada era modern tidak hanya terletak pada mempertahankan bentuk dan penggunaannya, tetapi juga pada keberlanjutan pewarisan makna filosofis dan nilai budaya kepada generasi berikutnya.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Rimpu, Makna Filosofis, Warisan Budaya, Identitas Budaya, Perubahan Sosial. | |||||||||
| Subjects: | 900 Sejarah dan Geografi > 902 Aneka Ragam Sejarah 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan 800 Kesusastraan > 807 Pendidikan, penelitian |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah > Laporan Tugas Akhir | |||||||||
| Depositing User: | Nur Anita | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:04 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:04 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
