KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN TEGINING GANANG (Senna hirsuta) SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ETNOFARMAKOLOGI: STUDI PENDEKATAN ANALISIS FTIR DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

WILMA, ARMELDA PUTRI (2026) KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN TEGINING GANANG (Senna hirsuta) SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ETNOFARMAKOLOGI: STUDI PENDEKATAN ANALISIS FTIR DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Daun Tegining ganang (Senna hirsuta) merupakan tanaman herbal yang dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk pengobatan empiris berbagai penyakit kronis. Namun, eksplorasi berbasis ilmiah terkait karakterisasi gugus fungsi dan penetapan kadar kuantitatif fraksi metabolit sekundernya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gugus fungsi senyawa metabolit sekunder yang teridentifikasi melalui spektrum FTIR dan penentuan kadar fenolik menggunakan Spektofotometri UV-Vis pada fraksi daun Senna hirsuta sebagai dasar pengembangan etnofarmakologi. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan instrument FTIR untuk mengkarakterisasi gugus fungsi dan Spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kadar fenolik total. Fraksi etanol menunjukkan adanya gugus O-H (3272,52 cm-1) yang sangat lebar mengkonfirmasi keberadaan fenolik dan flavonoid. Selain itu, terdapat gugus fungsi yang menunjukkan dugaan adanya senyawa tanin, saponin, alkaloid, terpen, dan steroid. Sedangkan fraksi etil asetat ini menunjukkan ciri khas dari struktur ester alifatik C=O (1736,77 cm-1) kuat menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin. Selain itu, terdapat gugus fungsi yang menunjukkan dugaan senyawa fenolik, saponin, terpenoid, dan steroid. Pada fraksi n-heksan menunjukkan adanya gugus O-H (3272,58 cm-1) kuat mengkonfirmasi keberadaan fenolik dan flavonoid. Selain itu terdapat gugus fungsi yang menunjukkan dugaan adanya senyawa tanin, terpen, dan steroid.Penetapan kadar fenolik total menghasilkan kadar tertinggi secara berurutan pada fraksi etil asetat sebesar 47,55 mg GAE/g, fraksi etanol sebesar 43,42 mg GAE/g dan fraksi n-heksan sebesar 11,27 mg GAE/g sampel. Fraksi etil asetat dan etanol daun Senna hirsuta mengandung kelimpahan gugus fungsi fenolik serta kadar fenolik total yang signifikan sebagai landasan kuat pemanfaatan secara etnofarmakologis.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorIRMATIKA, HENDRIYANInidn0805059202
Thesis advisorMUHAMMAD, FAISALnuptk2760776677130172
Uncontrolled Keywords: Senna hirsuta, , FTIR, Spektrofotometri UV-Vis, Kadar Fenolik Total.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 615 Farmakologi dan Terapi Farmakologi > 615.3 Obat-obatan Organik
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Wilma Armelda Putri
Date Deposited: 22 Aug 2026 05:02
Last Modified: 22 Aug 2026 05:02
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15438

Actions (login required)

View Item View Item