PENGARUH VARIASI METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH DUKU (LANSIUM DOMESTICUM)

YUDISTIRA, YUDISTIRA (2026) PENGARUH VARIASI METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH DUKU (LANSIUM DOMESTICUM). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kulit buah duku (Lansium domesticum) merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa fenolik dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Perbedaan metode ekstraksi diduga memengaruhi kadar senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi maserasi dan soxhletasi menggunakan etanol 70% terhadap kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah duku (Lansium domesticum). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan soxhletasi. Identifikasi senyawa fenolik dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Independent t-test, atau Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak maserasi (22,28%) lebih tinggi dibandingkan soxhletasi (14,76%). Kadar fenolik total ekstrak maserasi sebesar 161,615 mg GAE/g ekstrak, sedangkan ekstrak soxhletasi sebesar 183,875 mg GAE/g ekstrak. Aktivitas antioksidan ekstrak maserasi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 99,545 ppm, sedangkan ekstrak soxhletasi sebesar 296,182 ppm. Nilai IC₅₀ yang lebih rendah menunjukkan bahwa ekstrak maserasi memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan ekstrak soxhletasi. Metode ekstraksi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan. Dengan demikian, metode maserasi menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih baik berdasarkan nilai IC₅₀, sedangkan metode soxhletasi menghasilkan kadar fenolik total yang lebih tinggi.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorABDUL, RAHMAD WAHIDnidn0817038601
Thesis advisorYULI, FITRIANAnidn0822078202
Uncontrolled Keywords: Aktivitas antioksidan, kadar fenolik total, kulit buah duku, maserasi, soxhletasi
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 610 Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan, dan Ilmu Kesehatan > 610.153 Fisika Kedokteran, Fisika Kesehatan
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: YUDISTIRA YUDISTIRA
Date Deposited: 22 Aug 2026 03:42
Last Modified: 22 Aug 2026 03:42
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15414

Actions (login required)

View Item View Item