FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT MEMBENTUK PERMUKIMAN LIAR (SQUATTER SETTLEMENT)

Aldi, Sultan (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT MEMBENTUK PERMUKIMAN LIAR (SQUATTER SETTLEMENT). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Pembentukan permukiman liar di dalam kawasan hutan merupakan fenomena spasial yang tumbuh pesat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seiring dengan ekspansi pertanian komoditas jagung ke kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang dominan disepakati oleh masyarakat dalam membentuk permukiman liar di kawasan hutan Desa Riwo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh kepala keluarga yang menempati hunian di kawasan hutan (30 KK) yang diukur secara jenuh (total sampling). Data diperoleh melalui kuesioner pemeringkatan, observasi spasial berbasis tumpang tindih pola ruang RTRW Kabupaten Dompu 2012-2032 dengan interpretasi citra satelit resolusi tinggi tahun 2025, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan Kendall’s Coefficient of Concordance (Kendall’s W) pada empat kelompok faktor, yaitu ekonomi (EK), aksesibilitas (AK), sosial-budaya (SB), dan keamanan aset (KA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesepakatan yang signifikan secara statistik pada keempat kelompok faktor (p <0,05), dengan tingkat kekompakan sangat kuat pada faktor aksesibilitas (W = 0,911; χ² = 82,00; df = 3), ekonomi (W = 0,852; χ² = 76,68; df = 3), dan sosial-budaya (W = 0,762; χ² = 68,56; df = 3), serta signifikan pada faktor keamanan aset (W = 0,218; χ² = 6,53; df = 1; p = 0,011). Sub-indikator yang paling dominan disepakati adalah kemudahan akses ke lahan garapan (AK1; mean rank 1,33), penghematan biaya usaha tani (EK1; 1,40), kedekatan kekerabatan (SB1; 1,40), dan kebutuhan pengawasan lahan secara rutin (KA1; 1,27). Temuan utama menunjukkan bahwa keputusan bermukim di kawasan hutan di Desa Riwo merupakan pilihan rasional berbasis efisiensi jarak dan biaya produksi pertanian, bukan sekadar keterdesakan ekonomi atau keterjebakan utang tengkulak. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya kebijakan tata ruang yang inklusif, instrumentasi perhutanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas yang selaras dengan kelestarian fungsi hutan.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorFariz, Primadi Hirsannidn0804118001
Thesis advisorSri, Rahmi Yuniantinidn0819069301
Uncontrolled Keywords: Permukiman Liar (Squatter Settlement), Kawasan Hutan, Pertanian Jagung, Kendall’s W.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial
300 Ilmu Sosial > 303 Proses Sosial
Divisions: Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah Dan Kota > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Aldi Sultan
Date Deposited: 24 Aug 2026 06:52
Last Modified: 24 Aug 2026 06:52
URI: https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/15398

Actions (login required)

View Item View Item