NABILA, VIDIA UTAMI (2026) IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) PRE-DIALISIS DI RSUD KOTA MATARAM. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
SIMILARITY CHECK.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan memerlukan terapi jangka panjang untuk memperlambat progresivitas penyakit serta mencegah terjadinya komplikasi. Keberhasilan terapi pada pasien PGK sangat dipengaruhi oleh kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Namun, kepatuhan pengobatan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berpotensi menjadi hambatan selama pasien menjalani terapi. Oleh karena itu, identifikasi faktor-faktor yang menghambat kepatuhan pengobatan pada pasien PGK pre-dialisis perlu dilakukan untuk mendukung optimalisasi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kepatuhan pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) pre-dialisis di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 69 pasien PGK pre-dialisis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan instrumen Identification of Medication Adherence Barriers Questionnaire (IMAB-Q). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat tertinggi terdapat pada domain keyakinan pasien, khususnya terkait persepsi terhadap potensi efek samping obat dengan skor rata-rata sebesar 3,5. Faktor penghambat berikutnya adalah domain lingkungan terkait perubahan regimen terapi dengan skor rata-rata sebesar 2,9 dan domain pengaruh sosial terkait persepsi pasien terhadap penilaian orang lain saat mengonsumsi obat dengan skor rata-rata sebesar 2,5. Secara keseluruhan, diperoleh skor total hambatan kepatuhan pengobatan sebesar 22,3 yang termasuk dalam kategori low barrier. Dapat disimpulkan bahwa pasien PGK pre-dialisis di RSUD Kota Mataram memiliki tingkat hambatan kepatuhan pengobatan yang rendah. Meskipun demikian, persepsi terhadap potensi efek samping obat, perubahan regimen terapi, dan pengaruh sosial masih perlu menjadi perhatian dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien.
| Item Type: | Thesis (undergraduate) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hambatan Kepatuhan pengobatan, IMAB-Q, Pasien Pre-dialisis, Penyakit Ginjal Kronis. | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 614 Ilmu Kesehatan Masyarakat > 614.4 Timbulnya Penyakit, Penyebaran Penyakit dan Pengawasan Penyakit | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Nabila Vidia Utami | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 06:41 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Jul 2026 06:41 | |||||||||
| URI: | https://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
