ANALISA KONFLIK LALU LINTAS PADA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL KARANG GENTENG MENGGUNAKAN METODE TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (TCT) (STUDI KASUS: JL. LINGKAR SELATAN -JL. BUNG KARNO)

IMRON, MUHAMMAD NURATTORIQ (2025) ANALISA KONFLIK LALU LINTAS PADA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL KARANG GENTENG MENGGUNAKAN METODE TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (TCT) (STUDI KASUS: JL. LINGKAR SELATAN -JL. BUNG KARNO). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (32MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pola perjalanan di perkotaan dipengaruhi oleh tata letak pusat kegiatan dan aktivitas antar zona, dengan transportasi memegang peran penting dalam pengembangan infrastruktur. Namun, kecelakaan lalu lintas tetap menjadi tantangan akibat kesalahan pengemudi, kondisi jalan buruk, manajemen lalu lintas yang kurang optimal, kendaraan tidak layak, dan rendahnya kesadaran keselamatan. Dampaknya meluas pada keselamatan, ekonomi, kualitas hidup, dan kenyamanan pengguna jalan, sehingga diperlukan upaya terpadu untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan keselamatan di kawasan perkotaan. Penelitian ini dilakukan di Simpang Tiga Tak Bersinyal Karang Genteng, Kota Mataram, yang memiliki arus lalu lintas cukup padat pada jam-jam puncak (peak hour). Persimpangan ini sering menjadi lokasi konflik lalu lintas yang berpotensi terjadinya kecelakaan, sehingga diperlukan upaya pencegahan untuk mengurangi konflik lalu lintas dengan harapan dapat mencapai kondisi tanpa kecelakaan (zero accident). Metode Traffic Conflict Technique (TCT) digunakan untuk menganalisis data lalu lintas di persimpangan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase konflik tertinggi adalah konflik serius, yang mencapai 69% dengan total 55 insiden, sementara konflik tidak serius sebesar 31% dengan 25 insiden, dari total 80 insiden yang tercatat. Jenis konflik yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di simpang ini meliputi konflik bergabung (merging) dan memotong (crossing), di mana konflik bergabung mendominasi dengan 70% atau 56 insiden, sedangkan konflik memotong menyumbang 30% atau 24 insiden. Jenis kendaraan yang paling sering terlibat konflik adalah sepeda motor dengan konflik antar sepeda motor tercatat sebanyak 41 insiden.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorANWAR, EFENDYnidn0811079502
Thesis advisorADIMAN, FARIYADINnidn0809038801
Uncontrolled Keywords: Kecelakaan, Konflik, TCT, Simpang Tiga Tak Bersinyal
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 624 Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Imron Muhammad N
Date Deposited: 27 Feb 2025 01:19
Last Modified: 27 Feb 2025 01:19
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/11392

Actions (login required)

View Item View Item