PERSFEKTIK HUKUM ADAT TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN “SADOH” HASIL TANGKAP NELAYAN STUDI DESA TANJUNG LUAR LOMBOK TIMUR

MARIA, KARTINI (2020) PERSFEKTIK HUKUM ADAT TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN “SADOH” HASIL TANGKAP NELAYAN STUDI DESA TANJUNG LUAR LOMBOK TIMUR. undergraduate thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM.

[img] Text
( Cover - BAB III ) 616110044-Maria Kartini-Hukum Perdata.pdf

Download (2MB)
[img] Text
(BAB IV) 616110044-Maria Kartini-Hukum Perdata.pdf
Restricted to Registered users only

Download (637kB) | Request a copy
[img] Text
(BAB V - Lampiran) 616110044-Maria Kartini-Hukum Perdata.pdf

Download (477kB)

Abstract

Mata pencaharian utama masyarakat di Desa Tanjung Luar yang terletak di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur adalah nelayan. Hasil penelitian ini 1) untuk mengetahui pelaksanaan “Sadoh” tangkap nelayan di Tanjung Luar Lombok Timur. 2) untuk mengetahui penyelesaian perselisihan “Sadoh” menggunakan Hukum Adat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian empiris dengan pendekaan perundang-undangan dan penekatan konseptual. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah data kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian ini 1) pelaksanaan pembagian “Sadoh” tangkap nelayan di Desa Tnjung Luar yakni, dalam hal pembagian “Sadoh” masyarakat masih menggunakan cara tradisional, saat pembagian “Sadoh” semua baik itu peralatan atau orang-orang yang terlibat saat melaut itu memiliki bagian, baiik itu pembagian berupa barang-barang atau lain-lainnya. Pembagian bisa dilakukan sebulan sebelum keberangkatan atau sebaliknya. 2). Pernyelesaian perselisihan “Sadoh” menggunakan Hukum Adat, yakni dalam hal ini jika terjad perselisihan “Sadoh” masyarakat hanya akan menyelesaikan dengan bermusyawarah atau meminta pendapat kepada “Sandro” atau orang yang dipercaya oleh masyarakat Tanjung Luar, karena kesepaktan atau perjanjianperjanjian dari awal harus dipatuhi oleh nelayan agar tidak jadi perselisihan , walaupun secara tidak langsung tidak ada sanksi hukum yang mengikat ntara Sabi dan Penggawa, tetapi masyarakat menggunakan sanksi moral yang dimana tdk adanya kepercayaan lagi bagi Penggawa atau Sabi saat terjadinya perselisihan pembagian “Sadoh”, sebab itu sudah menjadi kearifan lokal msyarakat Tanjung Luar. Kata Kunci : Nelayan, Kearifan Lokal, Sadoh

Item Type: Thesis (undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Nelayan, Kearifan Lokal, Sadoh
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Wahyuni Wahyuni
Date Deposited: 26 Feb 2020 05:42
Last Modified: 26 Feb 2020 05:42
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/738

Actions (login required)

View Item View Item