MAKNA DAN NILAI KEBUDAYAAN INJAK TELUR (WEDI RUHA) DI DESA GOLO SEMBEA KECAMATAN MBELILING KABUPATEN MANGGARAI BARAT

Heryanto, Heryanto (2023) MAKNA DAN NILAI KEBUDAYAAN INJAK TELUR (WEDI RUHA) DI DESA GOLO SEMBEA KECAMATAN MBELILING KABUPATEN MANGGARAI BARAT. undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER - BAB III.pdf

Download (7MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (688kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V - LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kebudayaan injak telur (wedi ruha) merupakan kebudayaan yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, yang mana hal ini tidak dapat dipisahkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosesi kebudayaan injak telur (wedi ruha), dan juga agar mengetahui apa makna dan nilai yang terkandung dalam kebudayaan injak telur (wedi ruha) serta mengenalisis apa tantangan masyarakat Desa Golo Sembea dalam mempertahankan kebudayaan injak telur (wedi ruha). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan teknik analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan kesimpulan, dan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahapan dalam melakukan prosesi injak telur (wedi ruha), yaitu beralaskan daun prempas, telur akan disimpan diatas daun prempas, dan diinjak menggunakan kaki kanan oleh pengantin perempuan. Makna kebudayaan injak telur (wedi ruha) adalah sebagai tanda bahwa pengantin perempuan sudah sah menjadi bagian dari keluarga laki-laki dan akan mengikuti adat istiadat sang suami. Dalam mempertahankan kebudayaan injak telur (wedi ruha) yaitu dengan cara disetiap acara pernikahan wajib setiap pengantin perempuan yang sudah sah menjadi istri orang Desa Golo Sembea harus melakukan prosesi injak telur (wedi ruha) sebagai tanda bahwa ia sah menjadi bagian dari keluarga laki-laki secara adat. Dengan begitu budaya injak telur (wedi ruha) masih bisa bertahan dan masih dilaksanakan sampai saat ini.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSRI, REJEKInip196612101993032002
Thesis advisorISNAINI, ISNAINInidn0803058401
Uncontrolled Keywords: Makna, Nilai Kebudayaan, Injak Telur.
Subjects: Local Content
300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Heryanto Heryanto
Date Deposited: 12 Jul 2023 04:24
Last Modified: 06 Nov 2023 01:56
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/7016

Actions (login required)

View Item View Item