TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PERKARA NOMOR: 0084/Pdt.G/2018/PA. Pra. TENTANG AHLI WARIS PENGGANTI (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA PRAYA)

Lalu, Al-Hilal Khohaizi (2022) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PERKARA NOMOR: 0084/Pdt.G/2018/PA. Pra. TENTANG AHLI WARIS PENGGANTI (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA PRAYA). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-BAB III_LALU AL-HILAL KHOHAIZI_NIM 618110105_ILMU HUKUM.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB IV_LALU AL-HILAL KHOHAIZI_NIM 618110105_ILMU HUKUM.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (303kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V-LAMPIRAN_LALU AL-HILAL KHOHAIZI_NIM 618110105_ILMU HUKUM.pdf

Download (216kB)
[img] Text (Similarity Check)
LALU AL HILAL KHOHAIZI 2.docx (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (844kB) | Request a copy

Abstract

Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penyusunan proposal skripsi ini adalah : 1) Untuk mengetahui bagaimana kedudukan ahli waris pengganti dalam kompilasi hukum islam (KHI), 2) Untuk mengetahui bagaimana pertimbangan majelis hakim terkait ahli waris pengganti dalam putusan nomor : 0084/Pdt.G/2018/PA. Praya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris. Pendekatan penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini, yaitu Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Kasus (Case Approach). Metode dalam pengumpulan bahan yag digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kepustakaan. Bahan hukum yang didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ddapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Menurut Kompilasi Hukum Islam, yang termasuk ahli waris pengganti adalah semua keturunan, ahli waris yang meninggal lebih dahulu dari pewaris. Maksudnya; ahli waris pengganti berlaku tidak hanya untuk keturunan ke bawah saja, akan tetapi ahli waris keturunan ke samping (saudara). Menurut Kompilasi Hukum Islam jumlah bagian yang diterima ahli waris pengganti tidak boleh melebihi bagian orang yang digantikan. 2) Dalam pandangan hukum kewarisan Islam tidak mengenal adanya istilah ahli waris pengganti. Hukum waris Islam di Indonesia baru mengenal adanya ahli waris pengganti setelah di keluarkannya Impres Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam yang memiliki latar belakang dari pemikiran Hazairin yang memakai dasar hukum dari al-Qur’an surah an-Nisa ayat 33 dari makna kata mawali namun jika dibandingan sudut pandang tersebut kata mawali memiliki penalaran yang berbeda. Pada dasarnya kata mawali memiliki arti yang mendasar pada arti kedekatan. Maka dari makna kata tersebut ahli wais pengganti tidak dapat berlaku. Jika ada ahli yang sebelumnya memiliki ikatan lebih dekat dengan pewaris dengan kata lain dalam kewarisan Islam hak kewarisannya dapat terhalang. Maka dari panjelasan di atas Dari rumusan pasal 185 Ayat pertama, secara isi mengakui ahli waris pengganti, yang merupakan hal baru untuk hukum kewarisan Islam. Ayat pertama ini juga menggunakan kata “dapat” yang tidak mengandung maksud imperatif. Ayat kedua, menghilangkan kejanggalan penerimaan adanya ahli waris pengganti dengan tetap menganut asas perimbangan laki-laki dan perempuan..

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorUsman, Munirnidn0804118201
Thesis advisorHamdi, Hamdinidn0817079001
Uncontrolled Keywords: Tinjauan Yuridis, Putusan Perkara Nomor: 0084/Pdt.G/2018/PA.Pra, Ahli Waris Pengganti
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 342 Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: lalu al hilal khohaizi
Date Deposited: 16 Aug 2023 01:51
Last Modified: 16 Aug 2023 01:51
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/6961

Actions (login required)

View Item View Item