LALU, TUNGGUL SELAKE (2026) IDENTIFIKASI KEDALAMAN LALPISAN BATUAN MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGER DI DESA DASAN TAPEN INDUK, KECAMATAN GERUNG, KABUPATEN LOMBOK BARAT. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.
|
Text
SIMILARITY CHEK.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Desa Dasan Tapen Induk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Tentang Identifikasi Kedalam Lapisan Batuan menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger. Data pada daerah penelitian meliputi 2 titik pengukuran geolistrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman lapisan batuan dan litologi batuan di Desa Dasan Tapen Induk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil interpretasi dari data geolistrik kedalaman lapisan batuan daerah penelitian, kedalaman lapisan batuan berdasarkan hasil interpretasi nilai resistivitas pada lintasan pertama terletak pada kedalaman 0 – 0,836 m dengan tahanan jenis sebesar 27,3 Ωm berupa lempung pasiran. Litologi selanjutnya terletak pada kedalaman 0,804 – 1,68 m (tebal 0,844 m) dengan tahanan jenis 10,5 Ωm berupa lempung pasiran – lempung berpotensi sebagai akuifer. Kemudian, pada kedalaman 1,68 – 4,69 m (tebal 3,01 m) dengan tahanan jenis 476 Ωm berupa lempung – kerikil. Pada kedalaman 4,69 – 4,82 m (tebal 0,137 m) dengan tahanan jenis sebesar 109 Ωm berupa kerikil – pasir. Kemudian di kedalaman > 19,8 m dengan tahanan jenis 1,82 Ωm berupa pasir – lempung yang berpotensi sebagai akuifer. Kemudian litologi batuan Daerah Penelitian pada titik 1 terdiri dari kerikil, kerakal, pasir, lempung, serta batu lanau dan batu lempung. Kemudian hasil interpretasi pada lintasan kedua terletak pada kedalaman 0 – 0,043 m dengan tahanan jenis sebesar 1,5 Ωm. Litologi selanjutnya terletak pada kedalaman 0,043 – 0,064 m (tebal 0,021 m) dengan tahanan jenis 206 Ωm berupa lempung –pasir. Kemudian, pada kedalaman 0,064 – 0,184 m (tebal 0,119 m) dengan tahanan jenis 1,11 Ωm berupa pasir – lempung. Pada kedalaman 0,184 – 0,817 m (tebal 0,633 m) dengan tahanan jenis sebesar 11,5 Ωm berupa lempung – lempung pasir. Kemudian di kedalaman 0,817 – 1,38 m dengan tahanan jenis 1,56 Ωm berupa lempung pasiran – lempung yang berpotensi sebagai akuifer. Kemudian di kedalaman selanjutnya 1,38 – 3,44 m tebal 02,06 m) dengan tahanan jenis 3,33 Ωm berupa lempung – lempung. Kemudian litologi batuan Daerah Penelitian pada titik 2 terdiri dari kerikil, kerakal, pasir, lempung, serta batu lanau dan batu lempung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Batuan, Geolistrik Schlumberger, Identifikasi | |||||||||
| Subjects: | 600 Teknologi dan Ilmu Terapan > 622 Teknik Tambang dan Teknik Pertambangan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > D3 Teknik Pertambangan > Laporan Tugas Akhir | |||||||||
| Depositing User: | LALU TUNGGUL SELAKE | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 06:47 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Feb 2026 06:47 | |||||||||
| URI: | http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
