PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TEMBAKAU ANTARA PETANI DENGAN PERUSAHAAN (STUDI DI PT ALLIANCE ONE, LOMBOK TIMUR)

SAHRUL, RAMDANI (2026) PELAKSANAAN PERJANJIAN JUAL BELI TEMBAKAU ANTARA PETANI DENGAN PERUSAHAAN (STUDI DI PT ALLIANCE ONE, LOMBOK TIMUR). undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

[img] Text
COVER-DAFTAR PUSTAKA_SAHRUL RAMDANI_NIM 2021F1A125_HUKUM.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
SIMILARITY CHECK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan perjanjian jual beli tembakau antara petani mitra dengan PT Alliance One Indonesia (PT AOI) di Kabupaten Lombok Timur, serta bentuk penyelesaian hukum atas permasalahan yang timbul dalam praktik kemitraan tersebut. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya sektor pertanian tembakau sebagai penopang ekonomi daerah dan nasional, serta kebutuhan akan kepastian hukum dalam hubungan kontraktual antara petani dan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan sosiologis dan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan berupa wawancara dengan pihak terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi faktual pelaksanaan perjanjian dan mengaitkannya dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formil perjanjian kemitraan telah memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Namun, dalam praktiknya terdapat ketimpangan posisi antara petani dan perusahaan, terutama dalam pemahaman isi kontrak dan daya tawar para pihak. Beberapa pelanggaran terhadap klausul perjanjian juga ditemukan, seperti manipulasi kualitas tembakau, pelanggaran sistem grading, serta persoalan keselamatan kerja. Penyelesaian permasalahan lebih banyak dilakukan melalui mekanisme non-litigasi berupa musyawarah mufakat, sedangkan jalur litigasi hanya ditempuh sebagai upaya terakhir. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa hubungan kemitraan masih menghadapi tantangan dalam aspek keadilan kontraktual dan implementasi perjanjian. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman hukum bagi petani, pengawasan yang lebih ketat, serta penyesuaian kebijakan perusahaan agar tujuan kemitraan yang saling menguntungkan dapat tercapai secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorM. TAUFIK, RACHMANnidn0825078701
Thesis advisorHAMDI, HAMDInidn0821128118
Uncontrolled Keywords: Perjanjian Kemitraan, Jual Beli Tembakau, Ketimpangan Posisi, Penyelesaian Sengketa, Lombok Timur.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 347 Hukum acara perdata dan pengadilan
300 Ilmu Sosial > 346 Hukum Privat, Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum > Laporan Tugas Akhir
Depositing User: Sahrul Ramdani
Date Deposited: 13 Feb 2026 08:38
Last Modified: 13 Feb 2026 08:38
URI: http://repository.ummat.ac.id/id/eprint/14287

Actions (login required)

View Item View Item